Rabu, 13 Februari 2019

Bayangan

Batas merapat jiwa kian melesak sesaat, semata kira dunia bergurau menyapu penda sepi agar tak jadi kota mati nyatanya... gurauan memukul telak tersungkur dalam jarak.
Bayang hitam telah berdamping menyapa raga dan menatap semu. 
Maka terkejut, sedih pun tak usai sang empu telah siap untuk pergi tapi, bekalnya tak juga lengkap. Saat ini, masa tak lagi bertoleransi.



Karena baginya, roda waktu telah berhenti
bisik-bisik pengganggu mulai terdengar mencecar agar jatuh dan mempengaruhi katanya 'ikuti saja aku' tujuannya untuk terbelenggu.

Sedangkan diujung sana dua setapak telah menunggu antara putih atau malah kelabuan nan pasti bukan bayangan semu yang tanpa berujung.

Pergipun dituruti tanpa mendengar berisikan orang pengganggu sampai terdengar gema tangis terisak. Ricuh suara meluap  dan tandapun diberi.
Kini, yang tersisa hanyalah kenangan abadi perihal nama juga perangai di antara dari sekian banyak yang pernah bersosialisasi.